Pages

Sunday, October 13, 2013

Intorspeksi Diri

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Pernahkah Anda coba membaca isi pikiran orang lain, atau menerka isi pikiran orang lain, baik itu meyakini dengan pasti atau hanya menduga-duga saja.

Seperti contohnya ketika sebut saja namanya Si A menggoda seorang temannya yang bernama si B yang sedang asyik dengan lamunannya, kita menggoda dengan mencubitnya namun si B tetap saja diam tak melawan, kemudian Si A mencubitnya lagi dan Si B masih tetap saja diam, hingga pada akhirnya Si A sendiri yang merasa gelisah karena sikap Si B seperti itu, dan tanpa disadari Si A berkata…”…hmm baru dicubit saja sudah marah….”


Mengutip dari kalimat yang diucapkan Si A, kita dapat mengambil hikmah secara psikologi.
Bahwa sebenarnya yang sedang dilakukan oleh Si A adalah secara tidak langsung sama saja sedang memberitahukan rahasia dirinya sendiri, membuka kepribadiannya.

Mengapa demikian, karena secara psikologis Si A mengatakan seperti itu karena berdasarkan pengalaman dirinya sendiri, bahwa kalau dia dicubit akan marah.

Praduga atas sikap Si B yang dicubit marah itu belum tentu benar, karena kenyataannya Si B tidak dan belum melakukan reaksi apapun atas perilaku Si A terhadap dirinya.

Kesimpulan dari kajian diatas adalah, ternyata kita sering tidak menyadari sesuatu yang sepertinya kecil dan sederhana padahal hal tersebut dapat kita jadikan dasar tindakan untuk introspeksi diri dalam lingkungan selama berinteraksi social.

Alangkah baiknya jika kita bisa menjaga semua perilaku kita selama bergaul, tidak hanya perilaku yang jelas terlihat oleh mata saja, namun juga perilaku – perilaku lain yang hanya dapat dirasakan dan direnungkan oleh hati dan pikiran yang positif.


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh

No comments:

Post a Comment