السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Pernahkah
Anda coba membaca isi pikiran orang lain, atau menerka isi pikiran orang lain,
baik itu meyakini dengan pasti atau hanya menduga-duga saja.
Seperti
contohnya ketika sebut saja namanya Si A menggoda seorang temannya yang bernama
si B yang sedang asyik dengan lamunannya, kita menggoda dengan mencubitnya
namun si B tetap saja diam tak melawan, kemudian Si A mencubitnya lagi dan Si B
masih tetap saja diam, hingga pada akhirnya Si A sendiri yang merasa gelisah karena
sikap Si B seperti itu, dan tanpa disadari Si A berkata…”…hmm baru dicubit saja
sudah marah….”
Mengutip
dari kalimat yang diucapkan Si A, kita dapat mengambil hikmah secara psikologi.
Bahwa
sebenarnya yang sedang dilakukan oleh Si A adalah secara tidak langsung sama
saja sedang memberitahukan rahasia dirinya sendiri, membuka kepribadiannya.
Mengapa
demikian, karena secara psikologis Si A mengatakan seperti itu karena
berdasarkan pengalaman dirinya sendiri, bahwa kalau dia dicubit akan marah.
Praduga atas sikap Si B yang dicubit marah itu belum tentu benar, karena kenyataannya Si B tidak
dan belum melakukan reaksi apapun atas perilaku Si A terhadap dirinya.
Kesimpulan
dari kajian diatas adalah, ternyata kita sering tidak menyadari sesuatu yang
sepertinya kecil dan sederhana padahal hal tersebut dapat kita jadikan dasar
tindakan untuk introspeksi diri dalam lingkungan selama berinteraksi social.
Alangkah
baiknya jika kita bisa menjaga semua perilaku kita selama bergaul, tidak hanya
perilaku yang jelas terlihat oleh mata saja, namun juga perilaku – perilaku lain
yang hanya dapat dirasakan dan direnungkan oleh hati dan pikiran yang positif.
No comments:
Post a Comment