Pages

Tuesday, April 28, 2020

Mengapa Harus Sholat di Masjid

Semua umat muslim yang sudah Berakal dan Baligh, Laki-laki dan Wanita, Merdeka ataupun Hamba Sahaya diwajibkan melaksanakan Sholat.

Berakal:  memiliki ingatan yang sehat, tidak sedang hilang ingatan.
Maka tidak wajibkan Sholat untuk mereka yang sedang hilang ingatan.

    Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثٍ : عَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ ، وَعَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَكْبُرُ (وفي رواية : يَحْتَلِمُ) وَعَنِ الْمَجْنُوْنِ حَتَّى يَعْقِلَ

“Pena diangkat dari tiga golongan : Orang tidur sampai dia terbangun, anak kecil sampai dia dewasa ( dalam riwayat yang lain : sampai dia baligh) , dan dari orang gila sampai sadar kembali akalnya”. [257.1]

Kemudian, yang menjadi pertanyaan adalah: Mengapa harus Sholat.


Pemahaman sederhana secara akal sehat, banyak ditemukan fakta-fakta yang berkaitan dengan Sholat, dengan syarat Sholat tersebut dilaksanakan tepat waktu secara konsisten berjamaah di Mesjid-mesjid secara terus menerus dari waktu ke waktu. Maka kita akan dapat merasakan manfaat dan faedah melaksanakan Sholat, hal tersebut dapat di kategorikan sebagai fakta yang dapat disaksikan, dilihat dan dirasakan dengan jelas dan nyata tanpa memerlukan pemikiran yang rumit.

Fakta-fakta tersebut antara lain adalah:

1. Shalat sebagai sarana komunikasi
Seseorang yang terus menerus melaksanakan Shalat Fardhu 5 waktu secara berjamaah di Mesjid, secara tidak langsung telah menyampaikan kabar kepada semua jamaah yang ada pada waktu tersebut meskipun tidak terjadi dialog/ percakapan di antara mereka. Khususnya bagi mereka yang berdomisili sebagai pribumi/ penduduk tetap dan selalu menggunakan Masjid sebagai tempat melaksanakan Shalat Fardhu 5 waktu, fakta ini akan sangat terasa jika sebagaian besar jamaah adalah penduduk setempat yang jarang sekali melakukan Shalat ditempat lain selain di Mesjid tersebut.

Rutinitas melaksanakan Shalat Fardhu 5 waktu berjamaah di Mesjid terbukti mampu menyederhanakan informasi meskipun tidak terjadi dialog diantara mereka, Sebagai contoh antara Si A dan Si B memungkinkan untuk tidak perlu lagi mencari tahu info lebih detail antara satu sama lain, sebab sejak kehadiran hingga pelaksanaan ibadah lainnya yang dilakukan seseorang di dalam mesjid dapat di artikan sebagai keadaan tertentu pada saat tersebut.

Terbukti Allah SWT telah mempermudah urusan hubungan antara manusia, hanya dengan rajin dan taat melaksanakan Shalat Fardhu 5 Waktu secara berjamaah di mesjid, kita sudah tidak perlu repot lagi harus mencari tahu keberadaan seseorang, tunggu saja di setiap 5 waktu tersebut. Alangkah lebih baik lagi apabila antar Jamaah dapat berinteraksi satu sama lain di setiap sebelum atau sesudah melaksanakan Shalat berjamaah.

Ternyata Allah SWT memerintahkan hambanya Shalat bukan hanya sekedar untuk memenuhi kewajiban menyembah, sebab telah terbukti ternyata gerakan sholat memiliki fungsi lain yang berguna dalam kehidupan antar sesama manusia. Seperti contohnya perubahan gerakan Shalat yang semula biasanya dilakukan sambil berdiri namun tiba-tiba berubah menjadi Shalat yang dilakukan sambil duduk, maka perubahan tersebut otomatis menjadi indikasi yang mengartikan pada suatu keadaan, sebab shalat sambil duduk adalah keringanan bagi mereka yang sedang tidak mampu untuk berdiri atau dapat dikatakan sedang sakit.

Rutinitas melaksanakan Shalat Fardhu 5 waktu berjamaah di Mesjid terbukti mampu memberikan jaminan yang lebih kurang dapat menjadi standar ukuran lebih baik dibanding berprasangka atau menduga-duga,  maka ini adalah jauh lebih baik dibanding Shalat Fardhu sendirian di rumah.


No comments:

Post a Comment