Pages

Wednesday, October 9, 2013

Pengorbanan dan Ikhlas

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Apalah artinya pengorbanan yang telah dilakukan jika tanpa ikhlas dan keikhlasan.
Sering kita dengar dalam obrolan seseorang dengan sahabatnya terlihat dia sedang meluapkan kekecewaannya karena sebuah pengorbanan yang telah dilakukannya selama bertahun-tahun harus berakhir dengan hasil tanpa penghargaan dan penghormatan sedikitpun, namun yang didapatkan justru putusnya hubungan persaudaraan. Sehingga disadari ataupun tidak disadari telah terucap kalimat.........

...." kurang apa saya sama dia...selama ini apa yang dia inginkan selalu saya penuhi dan ikuti.....sekarang apa balasan yang saya dapat...."

Dalam kajian permasalahan ini, penulis mengajak untuk bersama-sama menelaah satu peristiwa yang mungkin tanpa disadari pernah juga kita lakukan dan kita alami.
Sepintas kutipan kalimat dalam obrolan diatas sangat sederhana, biasa saja, namun jika kita mau merenungkan sejenak makna dari kalimat tersebut maka kita akan tahu apa sebenarnya yang sedang diucapkan.



Kutipan kalimat diatas adalah satu kalimat pertanyaan yang seharusnya mendapatkan jawaban, namun pada kenyataannya kalimat itu seperti hanya satu wujud ungkapan pembelaan diri dengan segudang bukti dan kronologi kejadian, seseorang yang melakukan ini mempunyai harapan supaya siapapun yang tahu dan mendengarkannya akan segera mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar. Sehingga tanpa disadari pula kalimat pertanyaan tersebut diucapkan dengan tidak pernah diharapkan jawaban yang sebenarnya.

Penulis mencoba mengkaji segala hal yang berkaitan dengan kalimat

...." kurang apa saya sama dia...selama ini apa yang dia inginkan selalu saya penuhi dan ikuti.....sekarang apa balasan yang saya dapat...."

Satu kutipan dan Rekomendasi yang mengacu kepada kalimat diatas, maka didapat surat dari Al-quran....

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16).

dan akhirnya ditemukan point penting namun sederhana dari kalimat pertanyaan tersebut....

Kurang apa saya sama dia......untuk bagian kalimat ini saya coba menjawab, dan jawabannya adalah kurang.. Ikhlas..

Ikhlas dapat diibaratkan seperti.. ..Suara langkah kaki semut dibalik batu.... artinya jangankan mendengar langkah kakinya, melihat semutpun belum tentu dapat, karena selain ukurannya yang kecil dan juga semut berada dibalik batu... Satu gambaran sederhana supaya kita dapat mudah mengerti dan paham betapa hebatnya kualitas ikhlas yang sebenarnya.

Ada sebab maka ada akibat...Sebab kurang Ikhlas Maka akan berakibat selalu merasa Kekurangan dan Kecewa sehingga dapat menimbulkan masalah dan konflik yang berkepanjangan.

Ikhlas adalah pencapaian tingkat tertinggi dari perjalanan selama hidup didunia
Ikhlas selalu menciptakan produk berkualitas tinggi
Ikhlas itu bijaksana
Ikhlas itu sabar
Ikhlas itu berserah diri
Ikhlas itu lebih baik dari yang terbaik
Ikhlas itu memaklumi
Ikhlas itu tertib dan Khusyu dijalan kebenaran, khusyu menghindari dari perbuatan keji dan munkar.
Ikhlas itu efek dari shalat


sesuai firman Allah Ta'ala:
اِنَّ الصَّلَوةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللهُ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
"… Sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dzikrullah itu paling besar. Dan Allah Mengetahui apa yang kamu perbuat" (QS. AI-'Ankabut [29] : 45).

Dibawah ini ada juga beberapa surat Al-Quran yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua
“Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. Az-Zumar: 2-3).
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama.” (QS. Az-Zumar: 2-3).
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah: 5).
“Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat.” (QS. Ali ‘Imraan: 152).
“Kamu menghendaki harta benda duniawiyah sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untukmu).” (QS. Al-Anfaal: 67).
“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy-Syuuraa: 20)
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu: “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah (yaitu suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridhaan) Allah dan RasulnyaNya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzaab: 28-29).
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisaa’: 48 dan 116).
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. Al-Furqaan: 23).
“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang kami kehendaki bagi orang yang kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.” (QS. Al-Israa’: 18-19)
Allah Ta’aala berfirman:
“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Shaad: 82-83).
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (QS. Al-Hijr: 39-40)
Semoga kajian ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.


وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh




  

No comments:

Post a Comment